*) Persiapan sebelum berangkat meliput/Produksi :
- Siapkan kamera, cek kebersihan lensa dan kesiapan kamera.
- Siapkan baterai kamera dan cek volume listrik baterai.
- Siapkan tripod.
- Siapkan mic, headphone dan tes terlebih dahulu dikamera apakah audio (suara) masuk/tidak.
- Siapkan baterai lampu dan cek apakah lampu menyala/tidak, jika lampu meredup baterai volume listrik baterai akan habis (lampu+baterai/aki tanpa indikator)
- Siapkan kaset, jumlahnya disesuaikan dengan durasi yang akan diambil.
- Masukan kaset kedalam kamera dan record colour bar selama 15 detik, jika menggunakan kaset sisa meliput yang lalu, pastikan Time Code (TC) terakhir agar hasil meliput yang lalu tidak tertimpa/hilang.
- Jika saat meliput harus memungkinkan anda menginap, harap membawa charger baterai kamera maupun baterai lampu.
*) Perbekalan Kameramen :
- Memiliki blower/peniup debu dan kotoran.
- Memiliki tisu lensa untuk membersihkan lensa dari debu dan kotora.
- Memiliki cairan pembersih lensa dari lemak atau minyak.
- Memiliki head cleaner.
- Biasakan memiliki 1 kaset cadangan untuk hal yang tak terduga.
*) Etika Kameramen :
- Kamera harus di tangan kameramen dan selalu dalam kondisi siap on, agar jika ada momen mendadak kameramen tidak kehilangan moment.
- Perlakukan kamera sebagai sahabat yang harus di jaga baik-baik, lama tidaknya umur alat elektronik sangat tergantung dengan perawatan yang dilakukan dan kameramen tidak bisa ngapa ngapaen kalo ga ada KAMERA.
- Selalu komunikasi dengan reporter khususnya, dan tim pada umumnya tentang materi yang di kerjakan.
- Hargai teman satu tim, karena apapun yang terjadi... Karya yang dikerjakan adalah karya bersama.
- Hargai narasumber, jangan dijadikan mereka objek berita, tapi jadikan subjek berita, caranya adalah dengan menghormati hak mereka jika sedang dalam keadaan yang tidak nyaman/BT, untuk diwawancarai, menggunakan pendekatan wawancara yang sewajarnya dan menjaga hubungan baik dengan mereka.
- Jika sedang meliput didaerah lain yang memiliki adat istiadat yang spesifik, sehingga mungkin, tim liputan menghargai adat istiadat mereka, sekaligus memikirkan proses kreatif yang bisa dikerjakan dalam situasi yang terbatas, contoh : jika penduduk suatu daerah keberatan untuk diliput, bisa digunakan cara lain seperti meliputi disaat sedang tidak ada penduduk, mengambil dari celah dinding, dan lain-lain..
- Ada beberapa pengambilan gambar yang memiliki protokoler resmi seperti tidak boleh mengambil dari angle tertentu dan jarak tertentu, keadaan-keadaan ini biasanya terjadi dalam acara-acara resmi pemerintah, jika mendapati situasi yang semacam itu datanglah lebih awal agar mendapat tempat dan angle terbaik yang sudah di sediakan untuk wartawan.
- Hargai teman-teman seprofesi dari instansi dan lingkungan lain agar bisa terjalin kerjasama yang baik.
*) Kerja di lapangan :
- Siapkan tripod, letakkan kamera diatas tripod dan pastikan kamera terkunci di tripod pada posisi yang benar.
- Nyalakan kamera, atur filter, lakukan white balance (WB), tentukan iris, shuter untuk mendapatkan komposisi warna yang seimbang.
- Bidik objek gambar, tentukan ukuran shot lalu rekam gambar (REC).
- Usahakan pada saat merekam diawal dan akhir shoot tambahkan waktu kurang lebih 5 detik untuk memudahkan pada saat pengeditan.
- Jangan pernah meninggalkan kamera sendirian diatas tripod, jika hendak pergi, lepaskan kamera dari tripod dan kameramen harus membawanya.
*) Tugas Kameramen setelah selesai liputan :
- Keluarkan kaset dari kamera setelah tiba dikantor.
- Kembalikan kamera dan perlengkapannya pada tempatnya semula.
- Charger baterai yang sudah habis.
- Laporan kepada petugas jaga tentang kodisi kamera.
- Logging kaset untuk bikin shootlist/time code.
- Serahkan kaset kebada editor ? Library kaset.
- Boleh minum kopi, tea atawa main PS.
*) Resperensi :
- Apabila ingin mebuat film documenter perbanyaklah nonton film-film yang sejenis.
- Perbanyaklah nonton film agar tidak stagnan dalam pengambilan angle.
- Pertajam insting dengan cara mainkan frame imajinasi.
- Yang paling penting dari semuanya jangan MALU-MALU dalam mengambil Visual.. Karena kameramen yang malu-malu biasanya hasilnya malu-maluin..
- Siapkan kamera, cek kebersihan lensa dan kesiapan kamera.
- Siapkan baterai kamera dan cek volume listrik baterai.
- Siapkan tripod.
- Siapkan mic, headphone dan tes terlebih dahulu dikamera apakah audio (suara) masuk/tidak.
- Siapkan baterai lampu dan cek apakah lampu menyala/tidak, jika lampu meredup baterai volume listrik baterai akan habis (lampu+baterai/aki tanpa indikator)
- Siapkan kaset, jumlahnya disesuaikan dengan durasi yang akan diambil.
- Masukan kaset kedalam kamera dan record colour bar selama 15 detik, jika menggunakan kaset sisa meliput yang lalu, pastikan Time Code (TC) terakhir agar hasil meliput yang lalu tidak tertimpa/hilang.
- Jika saat meliput harus memungkinkan anda menginap, harap membawa charger baterai kamera maupun baterai lampu.
*) Perbekalan Kameramen :
- Memiliki blower/peniup debu dan kotoran.
- Memiliki tisu lensa untuk membersihkan lensa dari debu dan kotora.
- Memiliki cairan pembersih lensa dari lemak atau minyak.
- Memiliki head cleaner.
- Biasakan memiliki 1 kaset cadangan untuk hal yang tak terduga.
*) Etika Kameramen :
- Kamera harus di tangan kameramen dan selalu dalam kondisi siap on, agar jika ada momen mendadak kameramen tidak kehilangan moment.
- Perlakukan kamera sebagai sahabat yang harus di jaga baik-baik, lama tidaknya umur alat elektronik sangat tergantung dengan perawatan yang dilakukan dan kameramen tidak bisa ngapa ngapaen kalo ga ada KAMERA.
- Selalu komunikasi dengan reporter khususnya, dan tim pada umumnya tentang materi yang di kerjakan.
- Hargai teman satu tim, karena apapun yang terjadi... Karya yang dikerjakan adalah karya bersama.
- Hargai narasumber, jangan dijadikan mereka objek berita, tapi jadikan subjek berita, caranya adalah dengan menghormati hak mereka jika sedang dalam keadaan yang tidak nyaman/BT, untuk diwawancarai, menggunakan pendekatan wawancara yang sewajarnya dan menjaga hubungan baik dengan mereka.
- Jika sedang meliput didaerah lain yang memiliki adat istiadat yang spesifik, sehingga mungkin, tim liputan menghargai adat istiadat mereka, sekaligus memikirkan proses kreatif yang bisa dikerjakan dalam situasi yang terbatas, contoh : jika penduduk suatu daerah keberatan untuk diliput, bisa digunakan cara lain seperti meliputi disaat sedang tidak ada penduduk, mengambil dari celah dinding, dan lain-lain..
- Ada beberapa pengambilan gambar yang memiliki protokoler resmi seperti tidak boleh mengambil dari angle tertentu dan jarak tertentu, keadaan-keadaan ini biasanya terjadi dalam acara-acara resmi pemerintah, jika mendapati situasi yang semacam itu datanglah lebih awal agar mendapat tempat dan angle terbaik yang sudah di sediakan untuk wartawan.
- Hargai teman-teman seprofesi dari instansi dan lingkungan lain agar bisa terjalin kerjasama yang baik.
*) Kerja di lapangan :
- Siapkan tripod, letakkan kamera diatas tripod dan pastikan kamera terkunci di tripod pada posisi yang benar.
- Nyalakan kamera, atur filter, lakukan white balance (WB), tentukan iris, shuter untuk mendapatkan komposisi warna yang seimbang.
- Bidik objek gambar, tentukan ukuran shot lalu rekam gambar (REC).
- Usahakan pada saat merekam diawal dan akhir shoot tambahkan waktu kurang lebih 5 detik untuk memudahkan pada saat pengeditan.
- Jangan pernah meninggalkan kamera sendirian diatas tripod, jika hendak pergi, lepaskan kamera dari tripod dan kameramen harus membawanya.
*) Tugas Kameramen setelah selesai liputan :
- Keluarkan kaset dari kamera setelah tiba dikantor.
- Kembalikan kamera dan perlengkapannya pada tempatnya semula.
- Charger baterai yang sudah habis.
- Laporan kepada petugas jaga tentang kodisi kamera.
- Logging kaset untuk bikin shootlist/time code.
- Serahkan kaset kebada editor ? Library kaset.
- Boleh minum kopi, tea atawa main PS.
*) Resperensi :
- Apabila ingin mebuat film documenter perbanyaklah nonton film-film yang sejenis.
- Perbanyaklah nonton film agar tidak stagnan dalam pengambilan angle.
- Pertajam insting dengan cara mainkan frame imajinasi.
- Yang paling penting dari semuanya jangan MALU-MALU dalam mengambil Visual.. Karena kameramen yang malu-malu biasanya hasilnya malu-maluin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar